Jumat, 23 Oktober 2015

84 dan 54 hari yang lalu

84 dan 54 hari yang lalu

Aku dan temen dari Universitas Riau sudah berada di Pekanbaru setelah lebaran seminggu. Tak ayal membuat sedih keluarga di rumah. Bagaimana pun ini sudah menjadi tanggungjawab ku untuk menyelesaikan studi dan membahagiakan mereka berdua.
Aku  salah satu dari 164 peserta yang diterima sebagai peserta KKN Kebangsaan 2015. Syukur alhamdulillah ucapku. Sesampainya di kota Bertuah, aku langsung mempersiapkan beberapa kebutuhan yang akan aku bawa di pembekalan peserta KKN Kebangsaan 2015 di markas batalion 132 Bima Sakti, Bangkinang Kampar dan untuk persiapan sebulan pengabdian didesa. Kesibukan demi kesibukan serta persiapan itu dilalui dengan penuh kegelisahan. Memasuki markas TNI angkatan darat merupakan pengalaman pertama bagiku. Kegelisahan dengan segala sistem yang ada didalamnya. Tapi aku campak semua itu untuk proses pembelajaran untuk ku.
Pembekalan demi pembekalan aku lalu dengan suka cita. Menikmati segala proses pembelajaran untuk menuju kedewasaan diri agar lebih mencintai Indonesia sebagai Negara yang kaya akan keragaman budayanya. Dikelompok pengabdian aku dipertemukan dengan orang-orang hebat ini. dari pulau sumatra, jawa hingga kalimantan. Yang kami tidak pernah berjumpa dan kenal sebelumnya sekarang diwajibkan untuk berbaur mengabdi didesa dan diinapkan satu atap. Ini lah KKN Kebgangsaan. Aku merasa aku tak ada apa-apanya. Mereka orang-orang hebat. Ada :
Ahli dengan ilmu kehutanannya, ada Rikardus dari Universitas Tanjungpura. Sesosok manusia yang penuh dengan tanggungjawab luar biasa. Semua akan diterima dengan penuh tanggung jawab. Sukses ya bg kardus J
Sama seperti Rikardus ada Tri Wahyudi Muslim ahli dengan ilmu kehutanan dari Universitas Riau. Sosok pribadi yang mempunyai jiwa Leadership sekaligus koordinator kami. Mempunyai amanah sebagai wakil Gubernur Mahasiswa BEM Faperta UR. sukses selalu kawan J
Disamping itu ada orang yang mempunyai pola pikir dewasa dan mempunyai keahlian dalam bidang seni. Ya siapa lagi kalau bukan Imam Munandar dari Institusi Seni Indonesia Padang Panjang. Dengan kedewasaan yang ia miliki selalu memberikan solusi bagi kami untuk menyelesaikan masalah. Tak menuntuk suatu yang mutlak kami harus bisa bermain randai. Ia menyikapi dengan dewasa. Salut dengannya. (y)
selanjutnya ada sosok yang ahli dalam agama ia adalah Oki Pendri dari Universitas Islam Negeri Sultan Sarif Qasim Riau. Selalu punya bahan untuk ditertawakan dan piawai dalam berpidato. Membuat hari-hari kami dipenuhi dengan canda tawa selalu. J
Satu lagi, mempunyai kepinteran dalam bidang suara, ia adalah Maulana Zaki Mubarak dari Universitas Maritim Raja Ali Haji. Piawal dalam berpuisi, berpantun dan pintar dalam membawa suasana ketika menjadi pembawa acara. Salut sama orang satu ini.

Disisi lain ada sesosok wanita-wanita handal yang selau membuat aku kagum dengan mereka.
Yang pertama ada Sofi Ulfiasari dari Universitas Indonesia, ibu negara yang pintar dalam mengkoordinir keuangan negara. Itu lah sebutan buat dirinya. Sosok pendiam namun punya kepinteran dibidang geografi membuat ia bisa menginjakkan tanah Papua. Semoga sukses J
Selanjutnya ada duta mawapres dari Universitasnya ya ia adalah Riska Lestari dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa. Pintar dan piawal dalam bermain kata lewat tulisan. Salah satu sosok organisator yang handal dan pintar dalam bidang keilmuan yang ia geluti. Serta punya kepintaran dalam bidang karya tulis. Tak heran membuat ia dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi 1 di Universitasnya. Terus berkarya J
Lain lagi dengan yang satu ini, ia adalah Suwarda Dua Imatudella dari Universitas Lampung, sosok tomboi yang punya sejuta prestasi dalam bidang olahraga baik volly maupun atletis. Selalu mewakili universitas maupun provinsinya di kancah nasional. ulet dan tekun dalam berwirausaha serta pinter dalam membuat masakan-masakan aneh. Ia selalu kami tujuki panda karena punya mata panda. Mbak della panda. J
Yang ini beda lagi ahli dalam hubungan internasional selalu masuk dalam kelas unggulan di SMA nya. Ia adalah Yunes Aplia Mustika dari Universitas Riau. Berkeinginan kenegeri sakura jepang dan menjadi pebisnis international, ia juga jago masak. Ya seperti kebanyakan ibu-ibu dirumah. Selalu punya bahan yang bisa dibuat masakan dengan kekuragan yang ada. Sukses ya J
Dan yang terakhir dari Universitas Negeri Medan ia adalah  Yuli Hardiyanti. Menjadi asisten labor dan menjiwai bidang keilmuannya itu keahliannya. Sosok yang selalu punya bahan untuk ditertawakan menjadi ciri khasnya. Anak manja namun pinter dalam bidang karya tulis ini pinter dalam tarik suara dan pembawa acara. Sukses selalu J
Tulisan ini aku buat untuk mengingat dengan apa yang kita lalu bersama selama kurang lebih 30 hari di Desa Pengabdian Sepahat. Mengenang 54 hari kita berpisah dengan suka cita mengiringi. Semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua. Amin. Dan jangn pernah melupa dengan suka duka yang pernah kita lalui bersama.
“Allah punya rencana yang lebih baik daripada manusia”
Semoga selalu diberikan sehat dalam beraktivitas.
Semoga dilimpahkan rezki dalam kehidupan.


Salam rindu untuk kalian semua. 
ttd
Solihin Bin Tuiman

4 Komentar:

Pada 4 Februari 2016 pukul 21.17 , Blogger Unknown mengatakan...

solihin,,, semoga kelak kita bertemu dengan kesuksesan masing-masing, aamiin

 
Pada 2 Juni 2016 pukul 00.51 , Blogger Unknown mengatakan...

maaf sebelumnya ka, saya ikut KKN 2016 dikepulauan riau ,saya mau nanya. kita selama 30 hari didesa apakah kita mengajar anak-anak disana atau merancang sesuatu yang baru untuk desa tersebut? terimakasih sebelumnya ka, mohon bantuannya :)

 
Pada 2 Juni 2016 pukul 03.43 , Blogger Solihin, S.Pd., M.Pd mengatakan...

@mbak del,; amiin mbk del.

@riski syahfina,; begini rizki, kalau menurut saya alangkah bagusnya bisa berjalan keduanya. karena kita disana tidak hanya menciptakan hal baru namun dituntuk untuk bermasyarakat. karena kkn kebangsaan itu punya misi perubahan sesuai karakter wilayahnya. kalau kepri ekowisata maritim. semangat kkn riski syahfina. semoga sukses ya

 
Pada 2 Juni 2016 pukul 03.43 , Blogger Solihin, S.Pd., M.Pd mengatakan...

@mbak del,; amiin mbk del.

@riski syahfina,; begini rizki, kalau menurut saya alangkah bagusnya bisa berjalan keduanya. karena kita disana tidak hanya menciptakan hal baru namun dituntuk untuk bermasyarakat. karena kkn kebangsaan itu punya misi perubahan sesuai karakter wilayahnya. kalau kepri ekowisata maritim. semangat kkn riski syahfina. semoga sukses ya

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda