Poros Maritim Indonesia ; Nyata Kaya, Tapi Miskin
Poros
Maritim Indonesia ;
Nyata
Kaya, Tapi Miskin
Oleh : Solihin,S.Pd
Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang di proklamirkan oleh para pendiri bangsa mengisaratkan
bahwa negeri ini kaya akan sumber daya alam. Melimpah ruah seperti lagu
nusantara yang berjudul “Kolam Susu” Karya Koes Plus. Ini mengingatkan akan satu hal, bahwa negeri kita
sangat kaya. Sebatang kayu yang ditancapkan kedalam tanahpun tumbuh menjadi
tanaman, inilah tanah kiriman surga, bandingkan dengan mereka yang tinggal di
daerah bersalju, hanya beberapa tanaman yang bisa tumbuh. Airnya pun di
ibaratkan dengan kolam susu, penuh dengan aneka macam ikan, diambil setiap hari
oleh nelayan, tidak pernah habis, sumber makanan bisa dihasilkan sendiri dengan
mudah, sumber energi minyak bumi dan batu bara banyak sekali tersimpan dibawah
negeri ini, bahkan Indonesia sebenarnya mampu hidup tanpa campur tangan negeri
lain, justru negeri lain sangat takut akan kemandirian Indonesia.
Indonesia sangat
diuntungkan dengan posisi yang di apit oleh dua benua Asia dan Australia serta
dua samudra yaitu samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Menjadikan Indonesia
sebagai jalur akses pelantara perjalanan tol laut maupun penerbangan yang ada.
Namun kita belum bisa berbenah secara utuh, hanya beberapa daerah yang dijadikan
prioritas sehingga menimbulkan kesenjangan antara Indonesia Bagian Barat dan
Indonesia Bagian Timur.
Mulai dari kesenjangan
harga pangan dan sembako hingga pembangunan Sumber Daya Manusia yang ada.
Kesenjangan ini diakibatkan oleh pengelolaan jalur perdagangan laut yang tidak
difasilitasi dengan baik. Dengan kata lain, sarana dan prasarana jembatan,
dermaga dan lain-lain masih ada daerah yang tidak ada dermaga. Hal seperti ini
menjadi ironi yang sangat disayangkan karena tidak mencerminkan Negara
Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia
Pejabat negeri ini
selalu menjelaskan ketidak siapan kita dalam mengelola sumber daya alam yang
ada. Keterbatasan anggaran dalam mengelola dan lain sebagainya. Ini lah yang
membuat negeri ini selalu jauh dari kemandirian. Pejabat negeri ini selalu pesimis
dalam berbagai kemajuan untuk kemandirian negeri. Tak heran jika ketergantungan
dengan negara luar sangat erat. Sementara alam kita terbentang sangat luas dan
kaya akan kekayaan sumber daya alam.
Ribuan triliun anggaran
pendapatan dan belanja Negara pertahun selalu dihabiskan untuk kesejahteraan
rakyat. Tapi bukti nyata dan konkritnya masih belum kelihatan. Ribuan triliuan
uang Indonesia terhamburkan entah kemana. Pembangunan Sumber Daya Manusia dan
Pengelolaan Sumber Daya Alam masih banyak yang kurang tepat pada sasaran.
Pembangunan Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia terutama disekto kemaritiman
masih sangat minim.
Indonesia yang terdiri
dari 13.487 pulau besar dan kecil. Menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah
satu negara kepulauan yang terbesar. Sejarah menyebutkan bahwa Kemerdekaan
Indonesia tidak terlepas dari kekuatan kerajaan-kerajaan yang ada di masa
lampau. Mereka telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di
Hindia, Arab, Turki dan lain sebagainya. Dalam menjalankan hubungan dimasa
lampau tidak terlepas dari sosok kerajaan yang kuat dibidang kemaritiman.
Menaklukkan laut, gelombang, badai, berlayar dengan waktu yang cukup lama.
Kekuatan yang ada di zaman dulu seharusnya membuat generasi penerus kita
bangga. Tidak sebalikknya menjadi pemalas. Sejarah-sejarah kerajaan yang ada di
Indonesia sebagian besar memiliki kekuatan besar dalam penaklukan wilayah laut.
Seperti kerajaan Riau Lingga, Kerajaan Siak Sriindrapura, Kerajaan Sriwijaya
dan masih banyak lagi.
Menjadi sangat penting
kita mempelajari hal-hal yang tidak tersirat dalam kisah-kisah kerajaan yang
ada di Indonesia. Ini yang menjadikan generasi penerus bangsa lupa akan asal
usul negaranya. Mereka tergiurkan dengan kemajuan teknologi, diperbodoh dengan
dunia internet. Penumbuhan semangat nasionalisme perlu untuk kita gencarkan
sehingga Indonesia menjadi Negara yang Berdikari.
Kekayaan Sumber Daya
Alam dan Sumber Daya Manusia serta Sejarah Indonesia seharusnya dapat dijadikan
bekal membangun Indonesia yang Sejahtera dan Bermartabat. Akan tetapi
kemiskinan masyarakat terus merajalela. Rakyat yang hidup dan tinggal
bergantung kepada hasil laut saat ini sudah tidak terberdayakan. Mereka lebih
memilih untuk mencari penghidupan yang lain. Sementara laut kita kaya akan sumber
daya alam nya. Ikan tersebar, dikuras setiap hari, tapi tak habis-habis. Namun
apa yang terjadi terhadap nelayan kita, mereka termasuk golongan masyarakat
miskin. Siapa yang salah.? Pemerintahkah,? Atau mereka sendiri,?
Pemerintah jangan hanya
membuat kebijakan yang menimbulkan keberpihakan dan menguntungkan sebagian
masyarakat. Bantuan jala, kapal dan lain sebagainya mungkin menjadi hal kecil
bagi pemerintah, namun ini menjadi hal sangat berarti bagi para nelayan kita. Inilah
yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama. Kekayaan laut kita melimpah,
masyarakat berusaha, namun akibat beberapa kebijakan yang dibuat oleh
pemerintah sehingga dapat merugikan masyarakat dan menguntungkan sebagaian
pihak saja.
Menjaga lingkungan agar
nelayan kita tetap bisa berpenghasilan. Menghasilkan tangkapan yang sehat bagi
masyarakat Indonesia. Jauh dari itu, bagun poros maritim, tumbuhkan semangat
nasionalisme kepada generasi penerus bangsa. Bukan hanya menjadi tanggungjawab
Pemerintah, tapi juga masyarakat setempat. Sadarkan diri untuk saling menjaga
lingkungan dan menjaga kelestarian alam. Semoga kenyataan Indonesia kaya akan Sumber
Daya laut nya benar-benar dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia, bukan hayalan
belaka.
Salam Hangat
ttd
Solihin,S.Pd
Masih Banyak belajar, Sile coret-coret di komentar untuk masukan dan kritikannye.
Jazakumullah Khairan Katsir. Terima Kasih. Thanks You.




2 Komentar:
Lanjutkan Tulisanmu nak. Bapak mendoakan semoga menjadi orang besar .
Aminnnn.
Jazakumullah presiden arbi gruop
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda