Rabu, 10 Agustus 2016

Poros Maritim Indonesia ; Nyata Kaya, Tapi Miskin

Poros Maritim Indonesia ;
Nyata Kaya, Tapi Miskin
Oleh : Solihin,S.Pd


Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di proklamirkan oleh para pendiri bangsa mengisaratkan bahwa negeri ini kaya akan sumber daya alam. Melimpah ruah seperti lagu nusantara yang berjudul “Kolam Susu” Karya Koes Plus. Ini  mengingatkan akan satu hal, bahwa negeri kita sangat kaya. Sebatang kayu yang ditancapkan kedalam tanahpun tumbuh menjadi tanaman, inilah tanah kiriman surga, bandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah bersalju, hanya beberapa tanaman yang bisa tumbuh. Airnya pun di ibaratkan dengan kolam susu, penuh dengan aneka macam ikan, diambil setiap hari oleh nelayan, tidak pernah habis, sumber makanan bisa dihasilkan sendiri dengan mudah, sumber energi minyak bumi dan batu bara banyak sekali tersimpan dibawah negeri ini, bahkan Indonesia sebenarnya mampu hidup tanpa campur tangan negeri lain, justru negeri lain sangat takut akan kemandirian Indonesia.
Indonesia sangat diuntungkan dengan posisi yang di apit oleh dua benua Asia dan Australia serta dua samudra yaitu samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Menjadikan Indonesia sebagai jalur akses pelantara perjalanan tol laut maupun penerbangan yang ada. Namun kita belum bisa berbenah secara utuh, hanya beberapa daerah yang dijadikan prioritas sehingga menimbulkan kesenjangan antara Indonesia Bagian Barat dan Indonesia Bagian Timur.
Mulai dari kesenjangan harga pangan dan sembako hingga pembangunan Sumber Daya Manusia yang ada. Kesenjangan ini diakibatkan oleh pengelolaan jalur perdagangan laut yang tidak difasilitasi dengan baik. Dengan kata lain, sarana dan prasarana jembatan, dermaga dan lain-lain masih ada daerah yang tidak ada dermaga. Hal seperti ini menjadi ironi yang sangat disayangkan karena tidak mencerminkan Negara Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia
Pejabat negeri ini selalu menjelaskan ketidak siapan kita dalam mengelola sumber daya alam yang ada. Keterbatasan anggaran dalam mengelola dan lain sebagainya. Ini lah yang membuat negeri ini selalu jauh dari kemandirian. Pejabat negeri ini selalu pesimis dalam berbagai kemajuan untuk kemandirian negeri. Tak heran jika ketergantungan dengan negara luar sangat erat. Sementara alam kita terbentang sangat luas dan kaya akan kekayaan sumber daya alam.
Ribuan triliun anggaran pendapatan dan belanja Negara pertahun selalu dihabiskan untuk kesejahteraan rakyat. Tapi bukti nyata dan konkritnya masih belum kelihatan. Ribuan triliuan uang Indonesia terhamburkan entah kemana. Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Pengelolaan Sumber Daya Alam masih banyak yang kurang tepat pada sasaran. Pembangunan Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia terutama disekto kemaritiman masih sangat minim.


Indonesia yang terdiri dari 13.487 pulau besar dan kecil. Menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara kepulauan yang terbesar. Sejarah menyebutkan bahwa Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari kekuatan kerajaan-kerajaan yang ada di masa lampau. Mereka telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Hindia, Arab, Turki dan lain sebagainya. Dalam menjalankan hubungan dimasa lampau tidak terlepas dari sosok kerajaan yang kuat dibidang kemaritiman. Menaklukkan laut, gelombang, badai, berlayar dengan waktu yang cukup lama. Kekuatan yang ada di zaman dulu seharusnya membuat generasi penerus kita bangga. Tidak sebalikknya menjadi pemalas. Sejarah-sejarah kerajaan yang ada di Indonesia sebagian besar memiliki kekuatan besar dalam penaklukan wilayah laut. Seperti kerajaan Riau Lingga, Kerajaan Siak Sriindrapura, Kerajaan Sriwijaya dan masih banyak lagi.


Menjadi sangat penting kita mempelajari hal-hal yang tidak tersirat dalam kisah-kisah kerajaan yang ada di Indonesia. Ini yang menjadikan generasi penerus bangsa lupa akan asal usul negaranya. Mereka tergiurkan dengan kemajuan teknologi, diperbodoh dengan dunia internet. Penumbuhan semangat nasionalisme perlu untuk kita gencarkan sehingga Indonesia menjadi Negara yang Berdikari.
Kekayaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia serta Sejarah Indonesia seharusnya dapat dijadikan bekal membangun Indonesia yang Sejahtera dan Bermartabat. Akan tetapi kemiskinan masyarakat terus merajalela. Rakyat yang hidup dan tinggal bergantung kepada hasil laut saat ini sudah tidak terberdayakan. Mereka lebih memilih untuk mencari penghidupan yang lain. Sementara laut kita kaya akan sumber daya alam nya. Ikan tersebar, dikuras setiap hari, tapi tak habis-habis. Namun apa yang terjadi terhadap nelayan kita, mereka termasuk golongan masyarakat miskin. Siapa yang salah.? Pemerintahkah,? Atau mereka sendiri,?
Pemerintah jangan hanya membuat kebijakan yang menimbulkan keberpihakan dan menguntungkan sebagian masyarakat. Bantuan jala, kapal dan lain sebagainya mungkin menjadi hal kecil bagi pemerintah, namun ini menjadi hal sangat berarti bagi para nelayan kita. Inilah yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama. Kekayaan laut kita melimpah, masyarakat berusaha, namun akibat beberapa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sehingga dapat merugikan masyarakat dan menguntungkan sebagaian pihak saja.
Menjaga lingkungan agar nelayan kita tetap bisa berpenghasilan. Menghasilkan tangkapan yang sehat bagi masyarakat Indonesia. Jauh dari itu, bagun poros maritim, tumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi penerus bangsa. Bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah, tapi juga masyarakat setempat. Sadarkan diri untuk saling menjaga lingkungan dan menjaga kelestarian alam.  Semoga kenyataan Indonesia kaya akan Sumber Daya laut nya benar-benar dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia, bukan hayalan belaka.

Salam Hangat
ttd
Solihin,S.Pd
Masih Banyak belajar, Sile coret-coret di komentar untuk masukan dan kritikannye.
Jazakumullah Khairan Katsir. Terima Kasih. Thanks You. 


2 Komentar:

Pada 15 Agustus 2016 pukul 22.46 , Blogger Arbi Printing mengatakan...

Lanjutkan Tulisanmu nak. Bapak mendoakan semoga menjadi orang besar .

 
Pada 22 Agustus 2016 pukul 05.15 , Blogger Solihin, S.Pd., M.Pd mengatakan...

Aminnnn.
Jazakumullah presiden arbi gruop

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda