Rabu, 28 Agustus 2024

Desiminasi Budaya Positif

  

Oleh : Solihin, S.Pd., M.Pd; Seorang guru di SMP Negeri 5 Pekanbaru dan salah satu Calon Guru Penggerak Angkatan 11 Kota Pekanbaru.



Dunia pendidikan hari ini menampakkan sisi terandahnya dalam proses pembelajaran dan pengajarannya. Mahasiswa di aniaya oleh seniornya, Kemudian di Kota Batu, Jawa Timur di keroyok oleh teman satu sekolahnya dan berakibat meninggal dunia. Disisi lain terjadi juga seorang guru SMP di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau melakukan tindakan asusila kepada muridnya. Hal-hal ini sangat mencoret pendidikan Indonesia saat ini.

Untuk itu, terobosan besar harus mampu di lakukan oleh kemetrian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia yang menjadi naungan pendidikan di Indonesia. Langkah-langka tegas, program-program apik perlu di buat untuk menjangkau pendidikan yang berkualitas. Agar tujuan bernegara dan berbangsa kita dapat tercapai dengan utuh.

untuk itu, melalui pendidikan guru pennggerak di buatkan satu modul tentang Budaya Positif. Berakar rumpun dari bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara. Maka proses pembelajaran yang di lakukan menurut KHD perlu menuntut murid dengan segala daya upaya yang berdasar kodratnya untuk mencapai keselamatan dan kebahagian yang tertinggi sebagai manusia maupun anggota masyarakat.

Murid mempunyai kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat dan potensinya sebagai individu yang unik. Sekolah merupakan tempat terbentuknya kepribadian murid. Oleh karena itu, budaya positif harus diciptakan untuk mendukung pembentukan karakter siswa yang diharapkan. Guru yang baik harus mampu menciptakan budaya positif di sekolah. Budaya positif ini dapat diwujudkan dengan menerapkan konsep-konsep dasar, seperti: disiplin positif, motivasi berperilaku manusia, keyakinan sekolah/kelas, kebutuhan dasar anak, kompensasi pengendali jabatan, dan segitiga kompensasi.

Penting sekali untuk mengembangkan budaya positif di sekolah, karena Sekolah merupakan bagian dari pusat pendidikan tripartit, tempat tumbuh dan berkembangnya kepribadian anak. Salah satu langkah membentuk lingkungan kelas untuk menciptakan budaya positif adalah dengan membuat keyakinan kelas agar anak percaya diri dan sadar menerapkan disiplin berdasarkan motivasi internal agar anak mempunyai karakter yang baik menjadi profil pelajar Pancasila.

Pengimbasan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah dengan meyakini nilai-nilai universal kebaikan dan menciptakan siswa mandiri dan berdisiplin kuat sesuai profil pelajar Pancasila.

Dalam proses pembuatan aksi nyata pembuatan keyakinan kelas dan pengimbasan Budaya positif di sekolah. Saya memerlukan kerjasama kepada seluruh rekan dan steakholder yang ada di sekolah.

Langkah pertama ; Menghadap kepala sekolah untuk menyampaikan pentingnya penanaman budaya positif dan keyakinan kelas di sekolah, serta meminta izin untuk mendesiminasikan kepada rekan guru. Langkah kedua ; berkoordinasi dengan ketua komunitas belajar (Kombel) untuk menentukan jadwal dan tempat pelaksanaannya. Langkah terakhir ; melakukan desiminasi/pengimbasan budaya positif di sekolah.


Senin, 26 Agustus 2024 saya melakukan pengimbasan/desiminasi bersama rekan guru sejawat. Kegiatan pengimbasan ini sebagai ruang untuk berbagi informasi dan sebagai ruang untuk berkolaborasi antar tenaga pendidik di sekolah saya. Saya berharap ilmu yang saya dapatkan dalam Pendidikan Calon Guru Penggerak ini dapat bermanfaat bagi orang lain terutama rekan kerja saya dalam mendidik putra putri bangsa kita tercinta ini. Kami ingin bersinergi untuk belajar bersama tentang Disiplin Positif dan bagaimana strategi yang harus dilakukan untuk mewujudkannya menjadi budaya positif baik dilingkup kelas maupun sekolah. Dengan waktu kurang lebih satu jam kami di pertemukan dalam sesi kegiatan pengimbasan sederhana sehingga kita dapat saling berbagi ilmu serta pengalaman di kelas kami masing-masing. Harapan saya dengan mengajak rekan satu sekolah akan berdampak lebih luas dalam pengimbasan tentang budaya positif ini.

Pada sesi kegiatan pengimbasan tersebut kami belajar banyak sekali materi modul 1.4 di antaranya adalah :

1. Perubahan paradigma pembelajaran

2. Disiplin positif dan nilai kebajikan universal

3. Teori motivasi, hukuman, penghargaan, dan restitusi

4. Kebutuhan dasar manusia

5. Keyakinan kelas

6. Posisi control guru

7. Segitiga restitusi

Untuk lebih lengkap, berikut ini adalah materi saat saya melakukan pemaparan desiminasi/pengimbasan tersebut :

https://drive.google.com/file/d/1F3N63ZzgV-7Qn4hLRd_67BeYeDh08Cj0/view?usp=sharing

Berikut aksi nyata yang saya lakukan :

https://www.youtube.com/watch?v=0S3O6Xo-E3g

https://youtu.be/ZEEDVHbXTjI